Tampilkan postingan dengan label games android. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label games android. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2015

Call of Duty : Heroes, Kloning Clash of Clans Dengan Pistol Dan Tank


Call of Duty : Heroes, Kloning Clash of Clans Dengan Pistol Dan Tank


Call of Duty : Heroes adalah Clash of Clans. Serius, kedua game itu hampir tidak ada bedanya. Semua formulanya ada, pembangunan markas, penerapan strategi ringan, koneksi online melalui media sosial, serta berton-ton materi yang dapat dibeli melalui In-App-Purchase.

Satu-satunya keunikan yang dimiliki Call of Duty : Heroes barangkali adalah fitur boost yang dinamakan ‘Killstreaks’ dimana kamu dapat melakukan serangan bertubi-tubi hingga memenuhi layar dan mendapatkan bonus yang bertubi-tubi juga, semacam freak mode yang merupakan gaya serangan habis-habisan setelah mendapatkan Power Up.

Jika kamu bukanlah fans dari karakter-karakter satu dimensi yang selalu muncul dalam setiap seri Call of Duty, kemungkinan kamu tidak akan menyukai game strategi perang ini. Bisa kamu lewati kalau kamu mau. Tapi kalau kami cinta mati dengan Call of Duty maka anggap saja ini pengalaman baru yang berbeda.

Call of Duty : Heroes bukanlah permainan First Person Shooter seperti seri sebelumnya, Call of Duty : Heroes lebih mirip seperti game Real Time Strategy. Dimana anda akan memulai dengan satu camp atau outpost kecil dan setelah mengumpulkan source anda perlahan-lahan akan membangun markas besar. Jangan lupa untuk melatih tentara yang anda miliki.

Tentara? Betul. Dalam game ini anda akan mengomando sepasukan pahlawan legendaris, tentara elit dan drone mematikan yang sebelumnya pernah muncul dalam franchise Call of Duty terutama seri Modern Warfare dan Black Ops seperti Captain Price, Soap MacTavish dan Mike Harper.

Call of Duty : Heroes memiliki mode single player campaign namun seperti halnya Clash of Clans, yang menarik dalam game ini tentu saja fitur multiplayernya. Seperti halnya CoC, dalam CoD Heroes, anda dapat bergabung dalam satu Aliansi bersama 25 pemain lain. Sesama anggota aliansi dapat berbagi supply dan pasukan yang tentunya akan berguna ketika anda diserang oleh kelompok lain.

Akhir kata, perlengkap markas anda dan latih satu pasukan khusus yang dapat mendominasi peperangan yang akan menyajikan pahlawan-pahlawan yang dapat anda atur gerakannya dan Killstreaks yang mematikan. Anda dapat mengambil alih satu outpost kecil dan mengubahnya menjadi benteng yang tak tertembus.

Call of Duty : Heroes tersedia gratis di Google Play dengan opsi In-App-Purchase

Bitcoin Billionaire, Game Menambang Bitcoin


Bitcoin Billionaire, Game Menambang Bitcoin


Game Bitcoin Billionare jelas bukan Final Fantasy yang mengkilap dengan grafis 3D memukau. Tidak ada granat meletup dengan efek ledakan dahsyat membahana. Tidak ada cerita menyedihkan mengharu-biru yang membuat kita menangis termehek-mehek. Tidak ada.

Lalu apa yang ditawarkan? Game yang diproduksi oleh Noodlecake ini menggunakan formula permainan yang mirip dengan yang ditawarkan oleh Kairosoft. Yaitu game managerial dengan menggunakan gaya kartun pixelated yang tetap eye-catching

Entah bagaimana caranya Bitcoin Billionaire juga ketularan memberikan efek adiktif seperti halnya game-game Kairosoft.  Adiktif, ya. Menyenangkan? Nanti dulu.

Pertama anda harus memahami cara bermain Bitcoin Billionaire. Satu saja caranya, anda harus men-tap layar. Itu saja. Tap layar sebanyak-banyaknya. Setiap kali melakukan tap anda akan mendapatkan Bitcoin (bukan Bitcoin asli tentunya) dan jumlah Bitcoin yang didapatkan akan tergantung pada seberapa kuat anda ‘menambangnya’.

Anda bisa mentap dengan dua jari, tiga jari atau bahkan lima jari untuk mendapatkan Bitcoin sebanyak-banyaknya. Bitcoin ini nantinya dapat ditukarkan dengan upgrade untuk keperluan menambang dan hal-hal lain yang dapat meningkatkan kemampuan pad anda.

Ada juga drones dari Amazon yang akan mengantarkan barang-barang menarik secara random dan berbagai event lain untuk membuat game ini tetap menarik. Jika anda pernah memainkan game Cookie Clicker, game ini akan terasa mirip.

Anda akan menapaki tangga kesuksesan mulai dari tidak punya apa-apa – kantor kecil, meja tua yang berdecit, dan komputer yang amat lamban. Dengan Bitcoin anda akan mengumpulkan uang dan kekayaan anda, hingga pada akhirnya anda dapat mengubah desain kamar kecil anda. Anda dapat mengubah lemari buku usang menjadi entertainment center atau penuh karya seni bernilai tinggi.

Game ini termasuk game free-to-play, dengan In-App-Purchase untuk mata uang khusus yang disebut Hyperbits. Asyiknya anda bisa mendapatkan Hyperbits ini saat bermain dan tidak ada kebutuhan khusus yang mengharuskan anda menggunakan uang dengan boros. Bitcoin Billionaire dengan cerdas juga menawarkan anda bonus tambahan jika anda mau menerima banner ads selama beberapa saat atau menyaksikan iklan video singkat.

Hingga saat ini game ini sudah diunduh oleh 500 ribu peminat dimana 20 ribu diantaranya telah memberikan rating yang hingga saat ini bertahan pada angka 4.5 bintang.

Oddworld: Stranger’s Wrath, Petualangan Pemburu Hadiah


Oddworld: Stranger’s Wrath, Petualangan Pemburu Hadiah


Seri Oddworld adalah game yang banyak meraih pujian dari kritikus sejak pertama kali dirilis pada tahun 1997 oleh GT Interactive di bawah petunjuk sang kreator Lorne Lanning.

Hingga saat ini sudah ada tujuh judul game di bawah seri Oddworld yang menyebar hampir ke semua platform, mulai dari Sony Playstation, Nintendo Game Boy hingga yang terakhir masuk ke Android.

Judul pertama Oddworld adalah Oddworld Abe’s Oddysse yang disusul dengan Oddworld: Abe’s Exoddus dan berturut-turut Oddworld Adventures, Oddworld Adventures 2, Oddworld Munch’s Oddysse, Oddworld Stranger’s Wrath dan yang terakhir Oddworld New N Tasty.

Peran antagonis dalam serial Oddworld diberikan kepada bangsa Mudokons. Diperkenalkan dalam Oddworld Abe’s Oddysse, Oddworld Abe’s Exoddus dan Oddworld Munch’s Oddysse, bangsa Mudokon adalah bangsa yang spritualis, cinta damai dan menyatu dengan alam.

Keunikan dari gameplay Oddworld adalah kaum Mudokon yang anda mainkan memiliki fitur GameSpeak untuk berbicara dengan  Non Playable Character. Tidak itu saja, Mudokon juga sekali-kali akan cegukan dan kentut demi memberikan efek komikal pada karakternya yang konyol.

Oddworld Stranger’s Wrath sendiri sebenarnya sudah dirilis untuk X-Box pada tahun 2005 dan Playstation 3 pada tahun 2011. Pada akhir tahun 2014 Oddworld Stranger’s Wrath resmi dirilis untuk platform iOS dan Android.

Oddworld Stranger’s Wrath mengisahkan perjalanan Stranger, seorang bounty hunter yang sepanjang game akan berburu kaum outlaw untuk mendapatkan uang. Tujuan utamanya adalah untuk mendapatkan Moolah (mata uang Oddworld) sebanyak-banyaknya demi melakukan satu operasi untuk menyelamatkan nyawa seseorang.

Salah satu keunikan Stranger adalah ia memiliki sistem live-ammunition dimana sang pemburu hadiah dapat menggunakan serangga dan mamalia kecil untuk menyerang musuh. Tiap serangga dan hewan mamalia kecil yang digunakan memiliki efek dan kegunaan masing-masing.

Dalam game ini anda akan dihadapkan pada dua mode permainan yaitu first person mode dan third person mode yang akan berganti secara otomatis. Third person akan berlangsung ketika anda menggerakkan Stranger menempuh jarak jauh, melompati platform, memanjat tali dan bertarung tangan kosong. Sedangkan sudut pandang orang pertama akan berlangsung ketika anda menggunakan senjata.

Oddworld: Stranger’s Wrath dapat anda unduh di Google Play dengan harga 72 ribu rupiah.

Godus, Ketika Kita Menjadi Dewa


Godus, Ketika Kita Menjadi Dewa


Godus adalah game yang awalnya dirilis khusus untuk PC desktop, tapi dengan gaya artistik yang simpel dan gameplay unik tarik-ulur medan permainan – game ini seakan-akan sudah ditakdirkan untuk dimainkan dengan perangkat mobile.

Godus adalah kreasi dari Peter Molyneux, salah satu nama papan atas dalam dunia gaming. Peter yang berasal dari Britania Raya adalah game designer dan programmer yang telah berhasil menciptakan game-game populer semacam Black & White, Syndicate, Populous, Theme Park, Dungeon Keeper hingga serial Fable yang cukup digemari.

Peter Molyneux awalnya membuat game untuk konsol Atari, Commodore 64 dan Amiga sebelum mendirikan Bullfrog Studios. Ketika Bullfrog dibeli oleh Electronic Arts dan dilebur menjadi EA UK, Peter hijrah ke Lionheart Studios untuk membangun game Black & White. Sukses game ini membuat Microsoft tertarik dan akhirnya membeli Lionheart. Gabungan dari kinerja Lionheart dan Microsoft menghasilkan serial Fable.

Memutuskan untuk keluar dari Lionheart Studios dan Microsoft, Peter Molyneux bergabung bersama mantan rekannya di Lionheart Studios, Tim Rance untuk membangun studio baru yang diberi nama 22Cans. Hingga saat ini sudah ada dua game yang berhasil diproduksi oleh 22Cans, yang pertama adalah Curiosity dan yang kedua adalah Godus.

Nah, Godus inilah yang telah diterjemahkan ke versi mobile oleh DeNa Corp dan hingga saat ini sudah diunduh hingga lebih dari satu juta peminat di Google Play. Sayangnya versi Mobile dari Godus akan sangat bergantung pada koneksi Social Media dan In-App-Purchase.

Singkat cerita, game ini ibarat suksesor spiritual dari game Peter Molyneux sebelumnya, yaitu Populous dan Black & White. Dalam game Godus anda akan membimbing satu suku yang berasal dari jaman batu dan membawa mereka melalui perubahan peradaban hingga sampai ke masa luar angkasa, dengan petunjuk-petunjuk yang mudah, kemampuan memindahkan gunung dan sekali dua kali melepas keajaiban aneh. Meskipun kadang-kadang anda juga harus bersikap tegas dan menjatuhkan hujan api.

Lebih singkat lagi, anda akan berperan sebagai dewa yang menentukan kemajuan peradaban. Permainannya amat mudah dan grafisnya juga simpel namun menakjubkan, anda akan merasa sangat ampuh dengan cara yang amat menyenangkan, indah dan taktis.

Game ini dapat anda unduh gratis di Google Play.

80 Days, Novel Interaktif Seru iOS Dan Android


80 Days, Novel Interaktif Seru iOS Dan Android


80 Days adalah game fiksi interaktif yang banyak menuai pujian. Game yang didesain oleh Inkle ini menggunakan dasar utama cerita fiksi ilmiah Around The World In 80 Days karya penulis legendaris Jules Verne.

Awalnya dirilis untuk iOS pada medio Juli 2014, game ini resmi ditransfer ke port Android pada pertengahan Desember 2014.

Menggunakan panduan utama buku dari Jules Verne, game ini mengisahkan petualangan Phileas Fogg yang mencoba memenangkan taruhan yang diadakan oleh Reform Club yang mengharuskannya menempuh perjalanan jarak jauh keliling dunia hanya dalam waktu 80 hari saja.

Game inipun akan mengikuti perjalanan panjang Phileas Fogg dan asistennya yang setia Passerpartout yang akan bertindak sebagai narator dan penentu langkah. Kehadiran anda di sini adalah untuk menentukan langkah kedua tokoh utama kita dalam mengarungi perjalanan keliling dunia baik melalui darat, laut dan udara.

Game yang didesain dengan cukup indah ini menggunakan background tahun 1872 yang digabungkan dengan pengaruh steampunk yang cukup kental. Anda akan melihat ilustrasi kuda baja, airship, streamtrain dan robot-robot pada cerita ini melalui ilustrasi ala siluet yang cukup indah.

Petualangan dimulai setelah Phileas Fogg dan Passerpartout meninggalkan London dan menggunakan kereta selam menuju Paris. Setelah melalui intro anda akan diminta memilih tujuan selanjutnya dari kedua petualang. Tiap kota dan perjalanan memiliki konten naratif unik yang tidak sama satu sama lain. Inkle sebagai pengembang game ini mengungkapkan bahwa setelah berkeliling dunia dan melengkapi satu circumnavigation, seorang pemain baru menyelesaikan sekitar 3% dari keseluruhan konten teks dari game ini.

Dengan bekerja sebagai valet, anda juga berkewajiban untuk merawat kesehatan dan finansial dari Phileas Fogg. Untuk mendapatkan uang, anda dapat melakukan jual beli merchandise dari satu kota ke kota lain.

80 Days menuai pujian dari berbagai kalangan, bahkan menyabet gelar Game of The Year 2014 dari majalah Time. Lucunya lagi meskipun formatnya game, The Telegraph amat memuji jalan cerita yang ada pada game ini dan menyebutnya ‘Salah satu novel terbaik tahun 2014’. Saking bagusnya, sang penulis cerita pada game ini – Meg Jayanth, memperoleh nominasi penghargaan UK Writer’s Guild untuk kinerjanya.

Untuk dapat menikmati game ini anda dapat memperolehnya di iTunes dengan harga $4.99 dan melalui Google Play dengan harga 60 ribu rupiah.

Jumat, 02 Januari 2015

Mr Ninja!! Fever, Berpacu Melawan Waktu


Mr Ninja!! Fever, Bertarung Melawan Waktu


Mr Ninja!! Fever adalah game endless runner alias lari tanpa henti untuk perangkat iOS dan Android yang memiliki beberapa pembeda dibandingkan dengan game sejenis. Pemain akan menggerakkan ninja gesit yang berlari tanpa henti ditengah serangan roda-roda yang bergulir sembari membabat barisan lawan yang menyerang.

Di antara roda-roda terdapat barisan musuh yang dapat dikalahkan dengan lompatan yang tepat, apalagi karena roda tersebut tidak berhenti bergulir jadi anda harus melompat secara jitu supaya tidak jatuh dan game over.

Mengalahkan satu barisan musuh sekaligus akan menambahkan bonus dan streak multiplier. Membunuh cukup banyak musuh juga akan mengaktifkan fever mode seperti pada judul game ini. Sayangnya hal ini hanya berupa boost yang akan berlangsung lima detik saja dan kemungkinan hanya cukup untuk satu atau dua kali lompatan.

Memang cukup disayangkan hal paling menarik seperti boost dalam game ini hanya berlangsung begitu singkat sehingga tidak memberikan cukup banyak peluang untuk mengalahkan musuh. Fever mode yang begitu dibanggakan sampai menjadi judul ternyata hanyalah boost yang hampir-hampir tidak ada gunanya karena berlangsung amat cepat.

Ada time limit yang berhitung mundur dalam gameplay Mr Ninja!! Fever, meskipun ada kalanya tersedia bonus powerup berupa tambahan waktu, namun sekali permainan biasanya akan berakhir hanya dalam tempo satu menit saja.

Meskipun hal ini cocok dengan kesan gameplay mobile yang cepat dan tidak perlu waktu lama, akan tetapi mau tidak mau ada sedikit kesan menjengkelkan juga. Anda sedang asyik-asyiknya melompati roda dan membasmi musuh serta menembakkan cannon, eh tahu-tahu waktunya habis. Tentunya sangat menjengkelkan sekali, bisa dikatakan hal ini merupakan blunder karena membunuh mood dan membuat ilfil pemain.

Tentu saja tujuan utama Mr Ninja!! Fever sejak awal adalah memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk mendapatkan poin tertinggi dan cerdas menggunakan karakter serta item yang dimiliki. Namun game endless runner dengan waktu terbatas nampaknya bukan opsi yang cerdas.

Musuh yang ada juga bukan lawan seimbang bagi Mr Ninja. Mereka hanyalah makhluk-makhluk bulat yang berbaris sejajar tanpa memiliki kemampuan menyerang sang jagoan. Makhluk yang tak mampu melawan ini malah ibarat korban yang disediakan bagi Mr Ninja hanya untuk mendapatkan bonus poin.

Kamis, 01 Januari 2015

Dragon Quest III, Game Legendaris Era 90an

Dragon Quest III, Game Legendaris Era 90an


Dragon Quest III yang dirilis untuk platform Android dan iOS di awal Bulan Desember 2014 adalah salah satu game yang sebelumnya berjasa memperkenalkan developer dan publisher game ternama Enix ke percaturan game dunia.

Enix sekarang sudah bergabung dengan developer game lainnya yaitu Square dan membentuk Square Enix, perusahaan game papan atas yang memiliki spesialisasi membuat game RPG dengan grafis teramat memukau.

Dragon Quest III aslinya diluncurkan untuk konsol Nintendo Entertainment System (NES) dan Super Famicom pada pertengahan 90an, kini Square Enix memberikan bandrol $9.99 bagi mereka yang ingin bernostalgia dan bermain game legendaris ini melalui lapak di pasar aplikasi perangkat Android dan iOS.

Anda akan bermain sebagai putra (atau putri – anda dapat memilih gender di awal permainan) seorang pahlawan yang diharuskan bertemu dengan sang raja junjungan anda pada usia ke-16 untuk kemudian dikirim dalam petualangan menyelamatkan dunia. Pengembang Dragon Quest III memang tidak terlalu memikirkan originalitas cerita yang cukup standar.

Karena game ini masih belum benar-benar berkembang di eranya, ketika dipindahkan ke platform Android dan iOS pun anda masih akan menghadapi ‘kekosongan’ cerita yang sama. anda tidak akan peduli dengan karakter dan tokoh-tokoh yang masuk ke dalam pasukan anda karena mereka hanyalah tokoh-tokoh kosong yang anda temui di restoran dan anda ajak bertempur.

Meskipun tanpa cerita yang detail, anda masih dapat menikmatinya. Menjadi bagian ketiga dari kisah trilogi Dragon Quest, lokasi yang digunakan pada game ini berbeda dengan game pertama dan kedua dan lini waktunya diset bertahun-tahun sebelum game pertama konon berlangsung.

Adalah penjahat utama bernama Baramos yang mengancam akan menghancurkan dunia dan tugas anda sebagai putra (atau putri) sang pahlawan Ortega untuk menundukkan Baramos. Tugas anda ini merupakan titah Baginda Raja Aliahan yang menantang sang hero untuk mengikuti jejak ayahnya.

Maka berangkatlah sang pahlawan untuk menunaikan tugas terakhir ayahnya, memburu sang penjahat Baramos.

Game Dragon Quest III ini skenarionya diciptakan oleh Yuji Horii, dengan desainer utama Akira Toriyama sang kreator Dragonball Z dan Koichi Sugiyama sebagai penata musik.

Exiles, Pertarungan Di Abad Ke-24


Exiles, Pertarungan Di Abad Ke-24


Masa yang tengah berlangsung adalah Abad ke-24, lokasinya adalah koloni luar angkasa Aurora, dan tugas anda adalah menggagalkan konspirasi yang berniat menjatuhkan kawasan penjagaan luar yang terpencil dengan menyebarkan virus mematikan.

Anda kini berada dalam dunia Exiles. Masa depan adalah taman bermain anda.

Bagaimana? Kedengarannya mengasyikkan? Ketika membuka game Android ini kita akan diingatkan pada grafis serupa yang ada pada Ravensword : Shadowlands. Teknologi grafis yang tidak mengecewakan, gambaran landscape yang dipamerkan dalam game ini dikerjakan dengan baik menggunakan perspektif artistik dan permainan cahaya.

Permukaan tanah yang terang terkena sinar matahari dan ruang bawah tanah yang berliku nampak menakjubkan seakan-akan begitu nyata. Bahkan nyala lampu yang terangnya kaku juga seakan-akan asli. Yang lebih melegakan lagi adalah gabungan penggambaran dan detail yang ada menyatu dengan amat baik. Animasinya juga patut diacungi jempol meskipun kadang ada sedikit lag namun itu wajar dan secara garis besar, game ini terlihat begitu indah dipandang.

Game petualangan 3D RPG ini memangkas cerita yang menjadi latar belakang permainan dengan menggunakan sistem narasi. Anda sebagai pemain akan berperan menjadi seorang rookie dalam jajaran Elite Enforcers, pasukan khusus yang siap diterjunkan untuk menjalani satu misi khusus seperti yang sudah disampaikan di atas.

Setelah melewati pembukaan atau intro yang berupa cutscenes, anda akan dibawa ke halaman pemilihan karakter dimulai dari pemilihan gender, mengubah penampilan (anda mau pakai eye patch ala pelaut atau menambahkan garis luka codet pada wajah karakter anda, mungkin?) dan ragam pekerjaan. Pekerjaan anda ini akan menentukan kemampuan khusus apa yang anda miliki.

Pada saat game dimulai, anda akan mendapatkan training cara mengontrol karakter. Kontrol utama pada game ini akan didasarkan pada kontrol virtual yang intuitif : bagian bawah kiri akan mengemudikan gerakan dan tombol kanan atas memutar sudut pandang berdasarkan poros tertentu. Akan ada pula tombol untuk bergerak, menembak, melompat, mengganti senjata dan mereload senjata.

Crescent Moon Games sang developer game ini mampu membuat anda tegang sejak menit-menit awal. Belum sampai adegan pertempuran hebat, anda sudah merasa bahwa ada seseorang – sesuatu – yang akan datang, di balik sudut ruangan atau melintas di belakang anda. Bersiaplah untuk segera bertempur.

Jika anda ingin memainkan game dengan grafik yang cukup baik dikelasnya, anda bisa memilih Exiles.


Darkness Reborn, Action RPG Seru

Darkness Reborn, Action RPG Seru

Seolah tidak ada habisnya, gelombang game MMORPG terus menerus menerjang katalog pasar aplikasi perangkat Android dan iOS. Sebenarnya sih tidak semua game ini melulu Massive Multiplayer Online Role Playing Game, ada beberapa yang hanya multiplayer RPG saja.

Salah satu contoh terbaru adalah game RPG semacam itu adalah Darkness Reborn dari developer terkemuka Gamevil. Game multiplayer yang sebenarnya tidak benar-benar menawarkan sesuatu yang baru, namun memiliki gameplay yang cukup baik, ditanamkannya sekumpulan ciri khas RPG klasik dan asyiknya didukung komunitas yang cukup loyal.

Dalam Darkness Reborn, anda mendapatkan tugas untuk mengalahkan seorang pahlawan yang dikutuk, yang menghancurkan dunia dan merusak kehidupan makhluk hidup yang ada di bumi.

Kampanye anda akan terdiri dari sejumlah misi linear yang terbagi dalam beberapa lini dimana setiap misi akan berlangsung paling tidak lima hingga sepuluh menit dan semuanya berakhir dengan pertarungan melawan salah satu boss.

Akan ada pilihan jagoan yang disediakan pada awal permainan dimana setiap karakter memiliki kemampuan dan statistik masing-masing. Secara garis besar ada mekanisme dasar yang dimiliki pada tiap karakter, serangan dasar yang dapat digabungkan menjadi serangan kombo dan serangan khusus yang dimiliki oleh tiap karakter yang hanya dapat digunakan dengan mengorbankan beberapa Mana.

Gameplay dari game ini sedikit mengingatkan pada cara bermain game legendaris Dynasty Warriors atau semacamnya, dimana seorang hero dengan gaya RPG menggabungkan serangan hack-and-slash. Genre semacam ini mungkin dapat pula disebut Action RPG.

Darkness Reborn memiliki semua unsur yang biasanya terdapat dalam permainan RPG standard yang free-to-play, mengumpulkan hasil jarahan, meningkatkan level equipment, upgrade kemampuan menyerang dan bertahan, kebutuhan energi dalam jumlah tertentu untuk menjalankan sebuah misi, dan mode PVP.

Seperti halnya game RPG hack-and-slash atau Action RPG lain, Darkness Reborn akan berkembang setelah beberapa saat, dengan upgrade spesial justru pada musuh-musuh anda. Mengesalkan memang jika ada game yang memberikan upgrade pada musuh dengan mudahnya, tapi ada banyak game lain yang jauh lebih buruk.

Battle dalam Darkness Reborn cukup simpel dan karena simpel menjadikannya cukup menarik. Secara garis besar game ini adalah MMORPG free-to-play-mission-based. Tidak buruk tapi tidak juga spesial.

Selasa, 30 Desember 2014

Bravely Archive: D's Report, Game Terbaru Square Enix

Bravely Archive: D's Report, Game Terbaru Square Enix

Menjelang akhir tahun 2014, Square Enix mengumumkan bahwa game turn-based RPG yang berjudul Bravely Archive: D’s Report akan segera dirilis di Bulan Januari 2015 untuk iOS dan Android yang sayangnya untuk sementara eksklusif untuk pasar Jepang.

Ini akan menjadi seri Bravely pertama yang dibungkus untuk versi mobile setelah sebelumnya Bravely Default dan judul keduanya Bravely Second dirilis untuk Nintendo 3DS. Berdasarkan informasi yang didapatkan oleh situs Siliconera, cerita pada Bravely Archive: D’s Report akan berlangsung ratusan tahun setelah kedua prekuelnya.

Pada game ini anda akan bermain sebagai seorang pustakawan di Perpustakaan Anastasis yang berada di tengah-tengah Luxendarc. Anda kemudian akan melakukan perjalanan keliling dunia untuk mengumpulkan kristal memori dan bertemu dengan tokoh-tokoh Bravely lainnya, misalnya dari Bravely Default: Praying Brage.

Anda juga dapat membuat kelompok sendiri dimulai dengan seorang healer, lalu karakter bertipe penyerang dan karakter pendukung. Menurut kabar setidaknya akan ada lebih dari 30 class dalam Bravely Archive: D’s Report.

Meskipun game ini adalah turn-based RPG namun untuk memanfaatkan touchscreen disediakan flick-based command. Dengan melakukan ini akan terjadi berbagai macam efek yang dapat anda manfaatkan, misalnya menahan lawan di udara sebelum melepaskan serangan kombo.

Versi Jepangnya memang sudah akan dirilis Januari 2015, namun sayangnya hingga saat ini belum ada kabar kapan game ini akan ditranslasikan ke Bahasa Inggris untuk penggemar game di barat. Square Enix sendiri akhir-akhir ini teramat sering melempar game demi game ke App Store dan Google Play dan trend ini nampaknya akan berlanjut hingga 2015.

Ada beberapa judul yang sudah siap diluncurkan oleh Square Enix seperti Mevius Final Fantasy, Final Fantasy Portal App, Final Fantasy: Brave Exvius, Final Fantasy Legends: Crystal of Space-Time.

Anda belum mengenal Square Enix? Agak kebangetan kalo belum tahu. Square Enix adalah hasil penggabungan dua perusahaan game besar yang begitu tenar di tahun 80-90an. Square-lah yang berhasil mengguncang dunia game dengan produk mutakhirnya Final Fantasy, sedangkan Enix lebih dikenal sebagai produsen game ngetop Dragon Quest yang selalu terjual dengan laris manis, khususnya di pasar Jepang.

Senin, 29 Desember 2014

Monument Valley Forgotten Shores, Ekspansi Game Terbaik 2014


Monument Valley Forgotten Shores, Ekspansi Game Terbaik 2014

Monument Valley adalah game puzzle mobile yang digagas oleh studio game indie Ustwo. Dalam permainan ini, pemain akan membimbing Putri Ida melalui  yang dipenuhi oleh ilusi optikal dan obyek-obyek khayali yang sebenarnya tak mungkin terwujud.

Monument Valley sendiri dikembangkan selama lebih dari 10 bulan sejak awal 2013 dengan basis gambar-gambar karya Ken Wong. Gaya visualnya yang indah dipengaruhi oleh karya pahatan minimalis, karya-karya cetak Jepang serta game indie Windosill, Fez dan Sword & Sorcery. Ken Wong sendiri menggambarkan gameplay dan desain dari game ini merupakan gabungan antara toko mainan dan dunia Narnia seperti yang ada pada buku novel The Lion, The Witch and The Wardrobe.

Game ini resminya dirilis untuk iOS pada bulan April 2014 dan akhirnya ditransfer ke Android. Memperoleh review yang cukup baik pada peluncuran awalnya, game ini berhasil menyabet penghargaan Apple Design Award 2014 dan dinobatkan sebagai game iPad Terbaik 2014.

Tidak hanya sukses secara estetika, per Juli 2014, game ini sudah terjual lebih dari satu juta kopi. Membuktikan bahwa game puzzle ini juga cukup sukses secara komersial.

Karena kesuksesannya itulah Ustwo memutuskan untuk membuat game expansion atau sempalan dari Monument Valley, game yang berjudul Monument Valley Forgotten Shores resmi diluncurkan pada akhir Bulan November 2014.

Yang menarik adalah pada saat peluncurannya, game ini terlebih dahulu diluncurkan secara ekslusif melalui pasar aplikasi Amazon, bukan langsung di Google Play. Produser eksekutif Ustwo, Dan Gray mengungkapkan melalui email ke situs Polygon ketika ditanya mengenai keputusan Ustwo merilis ekspansi Monument Valley ke Amazon. “Amazon sangat mendukung kami sejak awal dirilisnya Monument Valley dan penjualan aplikasi melalui Amazon AppStore ternyata cukup tinggi.”

Dan Gray melanjutkan, “Amazon sangat mendukung kami dengan berbagai macam cara terutama pada masa-masa krusial ketika kami harus segera meluncurkan versi Android sesegera mungkin. Kami sangat senang akhirnya kami berhasil mempersembahkan versi Android segera setelah versi iOS dirilis.”

Monument Valley Forgotten Shore dibandrol dengan harga $1.99 atau sekitar 25 ribu per kopi sedangkan Monument Valley sendiri dipatok pada harga $3.99 atau sekitar 50 ribu rupiah.

Marvel Contest of Champions, Bertarung Ala Avengers

Marvel Contest of Champions, Bertarung Ala Avengers

Marvel Contest of Champions adalah game pertarungan super hero yang diproduksi oleh Kabaam bekerjasama dengan studio komik terkemuka di Amerika Serikat, Marvel. Kisahnya sendiri bercerita tentang kehadiran tokoh bernama The Collector yang merupakan seorang tokoh tetua di jagad raya yang memanggil seorang hero untuk menjadi petarung di kontes maha dahsyat melawan sang super villain Kang The Conqueror.

Pemain akan bertarung di lokasi-lokasi terkenal dan mengumpulkan para jagoan dan penjahat favorit dunia Marvel lain untuk membangun tim jagoan yang jawara.

Lahirnya game  Marvel Contest of Champions sebenarnya cukup unik, game ini bisa dibilang merupakan jawaban Marvel atas game dari kompetitor abadinya DC Comics yang sukses kala meluncurkan versi mobile dari game online favorit Injustice : Gods Among Us.

Game Injustice : Gods Among Us sendiri adalah adalah ‘anak’ yang lahir dari Mortal Kombat vs DC Universe yang muncul untuk menjawab Marvel vs Capcom.

Lingkaran setan ya? Itulah Marvel vs DC, saling menjawab kesuksesan masing-masing. Baik Marvel ataupun DC saling menyerang dan ‘menjawab’ kesuksesan kompetitornya dengan sesuatu yang mirip, sampai-sampai tidak tahu siapa yang memulai apa.

Marvel Contest of Champions memiliki banyak perbedaan jika dibandingkan dengan Injustice: Gods Among Us. Sebagian perbedaan cukup baik, sebagian lain tidak. Marvel CoC memiliki gerakan bertarung yang lebih kompleks namun kurang memiliki efek sebaik Injustice. Dengan kontrol yang lebih lumayan, anda dapat mengatur gerakan maju mundur dengan mudah juga kemampuan untuk memblok serangan dengan lebih simpel dibandingkan Injustice.

Kontrol lainnya juga cukup mudah dipahami, tap untuk serangan ringan dan swipe untuk serangan berat. Akan ada supergauge yang jika terisi penuh mengijinkan anda mengeluarkan serangan super ke arah lawan.

Gaya permainan dua game ini juga berbeda, pada Injustice anda dapat memainkannya dengan mencoba bertahan, membangun meter dan mengeluarkan serangan super ke arah lawan, begitu terus. Marvel CoC lebih ke arah menyerang, jika anda tidak menyerang – anda akan tumbang.

Namun sayang sepertinya tidak ada perbedaan level kekuatan yang membedakan kala anda bertarung dengan karakter yang berbeda. Akan lucu rasanya jika tidak ada perbedaan yang berarti kala anda menggunakan Hulk atau Star-Lord. Meskipun ada kekurangan, cukup segar rasanya mengetahui ada game seperti ini di pasar aplikasi.

Bagi anda yang menggemari Avengers dan jagoan Marvel lain, silahkan memuaskan dahaga anda.

Senin, 22 Desember 2014

Grand Theft Auto Chinatown Wars, Akhirnya Ke Android

Grand Theft Auto Chinatown Wars, Akhirnya Ke Android


Saatnya kembali menjadi gangster. Game petualangan bercampur driving penuh kekerasan yang amat digemari oleh banyak gamer akhirnya kembali lagi, dan kali ini dirilis untuk port Android.

Grand Theft Auto barangkali merupakan salah satu franchise game yang paling terkenal di seluruh penjuru bumi dan kini game yang mengumbar peperangan ala gangster ini kembali untuk menyebarkan kemelut, terutama ke Android.

Grand Theft Auto atau sering disingkat GTA yang masuk ke Google Play Store ini mengambil judul Grand Theft Auto Chinatown Wars. Meskipun bukan seri yang benar-benar baru, namun setidaknya game ini memang benar-benar baru khususnya untuk Android setelah sempat disebar ke berbagai sistem operasi dan platform mobile lain.

Grand Theft Auto: Chinatown Wars sejatinya sudah dirilis sejak lima tahun yang lalu dan sempat mengalami booming pada tahun 2009, Rockstar Games sang pembuat game ini berharap dengan dipindahkan ke Android popularitas Grand Theft Auto akan tetap terjaga.

Jika anda belum pernah memainkan Grand Theft Auto Chinatown Wars maka sedikit kami kuak apa yang ada di dalam game ini.

Anda akan berperan sebagai Huang Lee, yang sedang dalam misi pencarian sebuah pedang kuno keramat untuk dikembalikan pada Paman Kenny supaya ‘keluarganya’ tetap bertahan sebagai pemuncak gang Triad di Liberty City.

Meskipun misinya terdengar bagaikan cerita di film Jet Li, namun misi-misi sampingan ala GTA juga tidak kalah seru, banyak macamnya, banyak senjata dan banyak kekerasan pastinya sesuai akarnya sebagai game Grand Theft Auto. Yang suka pasti bilang asyik.

Sayang beribu sayang, sekali lagi diingatkan bahwa game sebenarnya sudah keluar sejak lima tahun yang lalu. Jadi meskipun rasanya bermain game baru, tapi kualitas gambar dan permainannya tetap bagaikan lima tahun yang lalu.

Grand Theft Auto Chinatown Wars sudah kompatibel dengan teknologi Android TV yang manapun, juga dengan beberapa controller USB dan Bluetooth. Rockstar Games sebagai penggagas utama game legendaris ini membandrol harga $4.99 di Google Play Store, setara dengan Rp. 62.000.

Harganya terlalu tinggi? Jangan khawatir, game ini menawarkan berjam-jam petualangan menyusuri kota dengan puluhan misi dan tidak ada selubung In-App Purchase dimanapun. Bayar putus, bayar, main sampai tamat. Jika kamu menyukai Grand Theft Auto, kamu akan menyukai game ini.

Sabtu, 20 Desember 2014

Mevius Final Fantasy, Untuk iOS Dan Android

Mevius Final Fantasy, Untuk iOS Dan Android

Mevius Final Fantasy, Untuk iOS Dan Android

Siapa yang tidak kenal serial game Final Fantasy? Game flagship dari Square Enix ini bisa dianggap puncak kesuksesan game RPG di masa keemasan PC dan konsol.

Saat ini  Square Enix juga membuka lapak di App Store dan Google Play Store dengan berbagai game koleksi mereka. Sayangnya, Final Fantasy seri VII ke atas untuk sementara waktu ini tidak akan dipindah port baik itu ke iOS ataupun Android. Ini cukup disayangkan karena kepopuleran Final Fantasy justru meledak kala Final Fantasy VII mulai masuk konsol sekitar dua dasawarsa yang lalu.

Tapi jangan khawatir dan jangan bimbang, Square Enix memberikan solusi. Mereka memang belum ingin menerbitkan game-game andalan mereka, namun mereka justru siap melepas spin-off, sekuel, prekuel, mini games dan bermacam game lain yang menggunakan luasnya dunia Final Fantasy yang sudah mereka ciptakan sebagai basisnya, contohnya adalah Final Fantasy VII G-Bike.

Kini mereka merilis satu game baru yang diberi judul MeviusFinal Fantasy.

Apa itu Mevius Final Fantasy? Dalam sebuah wawancara dengan Famikom, Square Enix mengungkapkan bahwa Mevius Final Fantasy adalah instalasi baru di dalam dunia Final Fantasy dan bukan spin-off. Asyiknya lagi teaser yang disebar oleh Square Enix juga menyertakan Bahasa Inggris yang artinya game ini kemungkinan besar juga akan ditranslasikan ke peminat game di luar Jepang.

Saat ini tidak banyak yang diketahui dari konten game Mevius Final Fantasy ini selain janji Square Enix yang menyatakan bahwa dalam game ini akan dunia RPG yang luas dan berkualitas tinggi yang belum pernah terlihat sebelumnya di smartphone ataupun tablet, Mevius Final Fantasy secara eksklusif hanya akan diproduksi untuk iOS dan Android.

Mevius Final Fantasy adalah hasil karya kreator lama Final Fantasy yang berniat menyeberangkan seri game ini ke perangkat mobile, dan menurut Square Enix pada teaser yang dimuat di website mereka, setelah munculnya Mevius Final Fantasy, dunia tak akan lagi menjadi sama seperti dulu.
Kreator lama yang disebutkan di atas menurut kabar adalah Yoshinori Kitase dan Kazushige Nojima. Kedua orang ini memang orang-orang yang sebelumnya pernah bergabung dalam proyek Final Fantasy lama. 

Yoshinori Kitase yang kali ini akan menjadi produser misalnya, dia sebelumnya adalah sutradara dari game terkenal Chrono Thrigger, Final Fantasy VII dan Final Fantasy VIII. Sedangkan Kazushige Nojima yang akan bertindak sebagai penulis skenario sebelumnya pernah menggarap cerita Final Fantasy VII, Final Fantasy VIII, Final Fantasy X dan Final Fantasy X-2.

Belum ada kabar lain dari Square Enix selain bahwa game ini kemungkinan akan rilis pada tahun 2015.

SimCity BuildIt, Sekuel Game Tata Kota Legendaris


SimCity BuildIt, Sekuel Game Tata Kota Legendaris


SimCity adalah game simulasi tata kota legendaris tanpa tamat yang digagas oleh Will Wright untuk Maxis dan Electronic Arts yang dirilis pada tahun 1989. Sejak saat itu, game ini telah memunculkan berbagai macam sekuel dan spin off termasuk serial game populer The Sims.

Tanggal 16 Desember 2014, Electronic Arts atau EA – salah satu nama besar dalam dunia game, merilis sekuel terbaru dari SimCity, franchise game yang hingga kini telah berusia 25 tahun ini ke perangkat iOS dan Android dengan judul SimCity Build-It.

Game SimCity Build-It ini tersedia gratis dengan opsi In-App Purchases. Secara resmi, kehadiran game ini sebenarnya sudah diumumkan sejak September 2014, menyusul versi Mac-nya yang sudah terlebih dahulu rilis pada Bulan Agustus 2014.

Game ini menampilkan berbagai macam gedung dengan detail menakjubkan seperti yang ditunjukkan dalam game PC terakhir mereka dengan optimasi untuk layar sentuh termasuk dapat mencubit, memutar hingga 360 derajat dan melakukan zoom pada layar saat game berlangsung baik online ataupun offline.

Seperti halnya game PC terdahulu, tujuan utama permainan ini adalah untuk membahagiakan masyarakat di kota anda dengan menyelesaikan berbagai masalah urban seperti polusi dan kemacetan sementara memperluas kota dengan gedung-gedung dan bangunan pemerintahan baru.

Dalam game SimCity Build-It ini anda dapat bertukar resource dengan teman-teman anda dan unlock gedung-gedung eksklusif yang sebelumnya terkunci seperti Big Ben dan Arc de Triomphe serta konten-konten menarik lain seperti opsi bencana alam dan bencana yang bukan dari alam yang lebih beragam.

Seri SimCity tidak perlu diragukan kualitasnya, EA juga selalu memenuhi janji mereka untuk menebitkan game-game menarik, jadi SimCity BuildIt juga dapat dipastikan akan membuat anda melek berjam-jam untuk memastikan kelangsungan kota yang anda bangun.

Namun jangan coba bayangkan SimCity Build-It ini akan sama seperti game SimCity klasik, anda bebas tapi terbatas pada permainan ini. Ibarat puzzle atau tetris, sebagian besar waktu anda akan dihabiskan dengan berpikir dimana sebaiknya meletakkan kepingan neighborhood pada map dengan tepat.

Bagi mereka yang dulu sempat bermain game SimCity di era 90an, mungkin akan kembali bernostalgia dengan judul ini, meskipun gameplaynya sudah berbeda.

Kamis, 18 Desember 2014

The Taekwondo Game Global Tournament, Game Fighting Satu Lawan Satu

The Taekwondo Game Global Tournament, Game Fighting Satu Lawan Satu


Salah satu genre game yang memiliki banyak penggemar adalah game fighting 1 lawan 1. Sudah banyak sekali game tenar yang hadir dalam genre ini dalam berbagai bentuk  termasuk diantaranya game populer Street Fighter, Tekken, Mortal Kombat hingga King of Fighters.

Genre game ini juga tidak ketinggalan masuk ke mobile gaming, terutama untuk platform iOS dan Android. Tercatat ada Shadow Fighters yang akhir-akhir ini cukup meraih sukses.

Kini masuk satu titel lagi yang masuk ke iOS dan Android yang mengambil jalur genre fighting satu lawan satu. Adalah The Taekwondo Game – Global Tournament yang kabarnya akan menawarkan pertarungan sejati ala Taekwondo ke mobile gaming.

Game yang digagas oleh studio game Hello There ini disponsori secara resmi oleh Federasi Taekwondo Swedia, Finlandia, Denmark, Islandia dan Norwegia. 

The Taekwondo Game – Global Tournament seperti halnya game pertarungan lain menitikberatkan pada kemampuan sang pemain untuk melakukan gerakan kombo mematikan serta refleks untuk menjatuhkan lawan, dan karena ini Taekwondo maka gerakan kaki akan lebih banyak mendominasi dibandingkan adu pukulan.

Penentu keasyikan game ini adalah kontrolnya yang akan menggunakan virtual controller dengan panah kanan kiri, tombol block dan tiga tombol serangan. Kehadiran virtual controller ini sangat nyaman digunakan untuk melakukan gerakan yang dinamis.

Selain mode single player tournament, anda juga dapat menantang teman anda bermain satu lawan satu menggunakan wi-fi multiplayer option. Game ini sudah dirilis untuk iOS dan Android mulai musim dingin 2014, jika berminat anda juga dapat melihat situsnya langsung di SINI.

 The Taekwondo Game Global Tournament

 The Taekwondo Game Global Tournament


Selasa, 16 Desember 2014

Trivia Crack, Game Jawara Baru iOS dan Android

Trivia Crack, Game Jawara Baru iOS dan Android

Trivia Crack, Game Jawara Baru iOS dan Android


Hanya beberapa minggu setelah dirilis, game Trivia Crack berhasil memuncaki top download di iTunes Store Amerika Serikat mengalahkan Facebook, Instagram dan Candy Crush Saga di akhir Tahun 2014. Bukan hal yang mudah tentunya. Selain iTunes, game ini juga cukup populer di Google Play dengan jumlah pengunduh mencapai 10 Juta pengguna. Bahkan masuk sebagai game ketiga terpopuler tahun 2014 versi Google.

Adalah Etermax yang menggagas game pertarungan kecerdasan tentang pengetahuan umum dalam enam kategori : entertainment, art, science, geography, sports dan history. Menangkan satu kategori dan anda dapat melepas kunci karakter yang sesuai dengan kategori tersebut. Menangkan keenam kategori dan anda dapat menepuk dada bahwa andalah orang yang paling cerdas diantara teman-teman anda.

App Store dan Google Play sebenarnya tidak pernah kekurangan game Trivia semacam ini, luber malah. Jadi bagaimana Trivia Crack bisa sedemikian digemari?

CEO Etermax Maximo Cavazzani mengungkapkan, “game-game trivia yang ada saat ini memiliki kekurangan elemen yang membuatnya atraktif sekaligus adiktif. Jadi kami membuat game trivia klasik dengan sedikit twist. Untuk itu kita harus berhenti berpikir seperti seorang developer dan mulai berpikir bagaikan anak-anak atau ibu-ibu. Fokus kita ada pada gamenya, buat game yang kita suka.”

Bagi sebuah perusahaan independen, menjual game sederhana dengan budget terbatas jelas lebih dari sekedar impresif. Sebelum menjadi yang terbaik di Amerika Serikat, Trivia Crack sudah terlebih dahulu menjadi jawara di 19 negara lain. 

Kesuksesan ini membuat Direktur kreatif Etermax Ezequiel Motillo bercita-cita tinggi, “harapan kami Trivia Crack tidak saja menjadi game terkenal namun juga awal bagi franchise kami. Setelah ini kami akan membuka jalur untuk mainan, pakaian dan acara televisi berbasis permainan seperti pada game kami.”

Trivia Crack dapat diunduh melalui link berikut

 Trivia Cracks, Game Jawara Baru iOS dan Android

 Trivia Cracks, Game Jawara Baru iOS dan Android


Game Lindsay Lohan’s The Price of Fame, Menyusul Sukses Kim Kardashian


Game Lindsay Lohan’s The Price of Fame, Menyusul Sukses Kim Kardashian


Salah satu game yang menjadi hit tahun 2014 adalah Kim Kardashian : Hollywood besutan studio game Glu Mobile. Siapa sangka game yang mengambil tokoh utama sosialita terkenal asal Amerika Serikat yang kemarin sempat menghebohkan dunia dengan tampil seronok pada sebuah cover majalah ini bisa begitu meledak?

Gameplay dari game Kim Kardashian : Hollywood sebenarnya cukup simpel, peran anda adalah menjadi seorang newbie muda di Hollywood yang akan memulai karir dari bawah dan berusaha menanjak menjadi seorang selebritis yang seterkenal mungkin.

Perolehan pendapatan dari game ini bukan main-main, mencapai $200 Juta! Dari angka tersebut diperkirakan Kim Kardashian sebagai sang bintang utama akan memperoleh sekitar $85 Juta. Angka yang cukup fantastis yang pasti cukup menggiurkan bagi bintang-bintang lain untuk memproduksi game bagi perangkat iOS dan Android.

Bukan lucu-lucuan jika kemudian Lindsay Lohan mengambil formula yang sama untuk gamenya yang diberi titel The Price of Fame yang akan tersedia untuk iOS dan Android.

Pada game The Price of Fame, anda juga akan memulai dari bawah, diawali dari mendesain karakter kemudian berusaha mencari fans sebanyak-banyaknya supaya menjadi karakter yang terkenal. Anda dapat menciptakan gaya dan style anda sendiri serta menciptakan beberapa event untuk meningkatkan popularitas anda.

Seperti yang diungkapkan pada deskripsi game ini: anda dapat membeli peninsula pribadi, melakukan operasi plastik, menanam implan sampai bertarung di lift. Itu semua adalah bagian dari cara untuk menjadi terkenal dan bertahan di Hollywood. 

Jika anda bosan dengan Kim Kardashian: Hollywood dan ingin mencari game sejenis yang menawarkan sensasi yang yang sama, maka tidak ada salahnya mengunduh game Lindsay Lohan’s The Price of Fame ini.

 Lindsay Lohan’s The Price of Fame

 Lindsay Lohan’s The Price of Fame